Pages

Sunday, September 1, 2013

Kelangkaan, Pilihan, Skala Prioritas, dan Biaya Peluang

KELANGKAAN (SCARCITY)

A.       Pengertian Kelangkaan

Pada setiap bidang kehidupan, terlihat adanya kelangkaan. Di daerah perkotaan banyak tanah digunakan untuk tempat pemukiman sehingga lahan untuk pertanian sangat kurang. Seseorang baru dapat memperoleh sumber daya setelah mengeluarkan berbagai pengorbanan. Namun demikian ternyata masih ada juga yang tidak mampu memperolehnya, apakah karena memang sudah habis, jumlahnya sedikit atau mereka tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan. Keadaan benda pemuas yang terbatas inilah yang disebut dengan kelangkaan. Jadi, kelangkaan adalah kondisi dimana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhan.
Kelangkaan menurut ilmu ekonomi mengandung dua pengertian, yaitu:
1)        langka; karena jumlahnya tidak mencukupi dibandingkandengan jumlah kebutuhan.
2)        langka; karena untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan

B.        Keterbatasan Sumber Daya
Sumber daya yang sifatnya terbatas (langka) akan berdampak pada barang atau jasa yang dihasilkan juga akan langka. Sumber daya atau faktor produksi digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi dikenal empat faktor produksi pokok, yaitu tanah (land), tenaga kerja (labour), modal (capital), dan kewirausahaan (entrepreneur).

1.    Tanah (land)
     Sumber daya tanah terbatas (langka) karena bila kita menggunakan tanah tertentu untuk bangunan, maka kita tidak dapat lagi menggunakannya untuk lapangan sepak bola. Bila kita menggunakan tanah untuk jalan tol, maka tanah untuk pemukiman penduduk akan berkurang. Dengan demikian, faktor produksi tanah menjadi langka dan sangat terbatas.

2.    Tenaga kerja (labour)
     Dalam ilmu ekonomi tenaga kerja mencakup tenaga fisik dan kemampuan mental yang dimiliki oleh manusia. Bila banyak tenaga kerja yang bekerja di pabrik akan sedikit tenaga kerja di bidang pertanian. Hal ini menandakan adanya keterbatasan tenaga kerja.

3.    Modal (capital)
     Jumlah capital terbatas karena kemampuan manusia untuk menghasilkannya terbatas. Bila modal banyak digunakan untuk memproduksi lemari es, modal untuk menghasilkan perahu, kapal terbang, dan jalan raya harus dikurangi.

4.    Kewirausahaan (entrepreneur)
     Banyak produk yang tidak mampu dihasilkan karena tidak adanya faktor penguasaha. Faktor produksi pengusaha merupakan faktor yang sangat menentukan karena walaupun terdapat tiga faktor produksi lainnya tanpa ada keahlian dalam mengolah pengusaha semuanya tidak akan berarti.

C.        Faktor-faktor Penyebab Kelangkaan

1.        Keterbatasan Jumlah Benda Pemuas Kebutuhan yang Ada di Alam
Di alam tersedia banyak benda yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, karena tidak semua benda tersebut dapat segera diperbaharui, maka jumlahnya pun terbatas. Missal, minyak bumi dan barang-barang tambang lainnya yang memerlukan waktu beribu-ribu tahun untuk memperbaharuinya.
2.        Kerusakan Sumber Daya Alam Akibat Ulah Manusia
       Penebangan hutan yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan hutan tersebut menjadi cepat rusak dan gundul. Ini tentu memerlukan waktu lama untuk memperbaikinya.Contohnya,akibat pencemaran air tidak bisa diminum.
3.        Keterbataan Kemampuan Manusia untuk Menolah Sumber Daya yang Ada.
      Keterbatasan  kemampuan untuk mengolah terjadi karena kekurangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, bias juga karena kekuranagn modal dan factor-faktor lain.
4.    Peningkatan Kebutuhan Manusia yang Lebih Cepat Dibandingkan dengan Kemampuan Penyediaan Sarana Kebutuhan.
Terbatasnya benda pemuas kebutuhan yang tersedia, jumlah dan jenis yang dibutuhkan tidak terbatas. Inti masalah ekonomi adalah bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya yang tak terbatas dengan alat atau benda pemuas kebutuhan yang terbatas. Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi sehingga manusia harus melakukan pilihan dari berbagai alternative yang tersedia. Artinya, sebagian kebutuhan dapat dipenuhi, dan sebagian lagi tidak dapat dipenuhi.
5.    Bencana alam
       Bencana lam seperti gempa,banjir,tsunami merusak sumber daya barang/jasa,
       Sehingga sumber daya tersebut tidak dapat digunakan lagi.

6.   Perang/konflik
      Terjadinya perang atau konflik di suatu daerah atau negara dapat menyebabkan terhambatnya kegiatan ekonomi yang menghambat proses produksi maupun distribusi barang atau jasa sehingga terjadilah kelangkaan.


Pilihan (Choice)

Timbulnya kelangkaan membuat individu, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan tidak bisa mendapat semua yang mereka butuhkan sehingga mereka harus membuat pilihan. Pada setiap kegiatannya, mereka harus menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif pilihan yang telah dibuat.
Pilihan-pilihan tersebut meliputi pilihan dalam mengonsumsi dan pilihan dalam  memproduksi. Tujuannya adalah agar sumber-sumber daya ekonomi yang tersedia digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kepuasan yang paling maksimal pada individu dan masyarakat.

1. Pilihan dalam Mengonsumsi

Pada hakikatnya kegiatan untuk membuat pilihan dapat dilihat dari dua segi. Pertama, dari segi penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki. Kedua, dari segi mengonsumsi barang-barang yang dihasilkan. Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya tersebut. Dengan demikian, pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki setiap individu dapat menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang akan dibeli.

2. Pilihan dalam Memproduksi

Pilihan dalam memproduksi biasanya dilakukan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan individu, perusahaan lain, dan pemerintah. Pemilik-pemilik perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan, dan keuntungan maksimal hanya akan didapat apabila pemilik-pemilik (pemimpin) perusahaan membuat pilihan yang teliti atas jenis barang dan jasa yang akan dijualnya, dan jenis-jenis serta jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakannya.
Dalam penjualan barang, para pengusaha dapat menentukan tingkat produksi yang memberi keuntungan paling banyak. Adapun dalam penggunaan sumber-sumber daya ekonomi, yang perlu dipikirkan adalah menentukan kombinasi sumber-sumber daya ekonomi yang dapat meminimalkan biaya produksi.


Biaya peluang (opportunity cost)

            Biaya peluang muncul ketika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan dan dia harus memilih salah satunya. Biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif kegiatan. Biaya peluang diukur dengan manfaat yang harus  dilepas karena tidak dipilih.  Konsep biaya peluang selalu dipertimbangkan pada setiap pengambilan keputusan dalam pemenuhan kebutuhan atau melakukan kegiatan ekonomi.
            Dalam kegiatan produksi misalnya, kita harus melakukan perhitungan dengan cermat. Misalnya saja dalam meningkatkan pendapatan nasional pemerintah meninggalkan sektor pertanian ke industri, akibatnya adalah hilangnya kesempatan kerja bagi puluhan juta orang di sektor pertanian untuk menunggu kesempatan kerja di sektor industri. Contoh lain adalah bila kalian lulus SMA kemudian dihadapkan pada dua pilihan, yaitu kuliah atau bekerja. Bila kuliah menghabiskan biaya sebesar Rp15.000.000,00 per tahun tapi bila memutuskan bekerja di pabrik kamu bisa mendapatkan gaji total sebesar Rp20.000.000,00 selama setahun. Dengan demikian jika kalian memutuskan kuliah maka biaya peluangnya per tahun sebesar gaji yang dikorbankan karena tidak bekerja sebesar Rp20.000.000,00.


Skala prioritas

Sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya terbatas, sehingga terkadang uang yang digunakan untuk memenuhi satu kebutuhan tidak dapat sekaligus digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Uang yang sudah digunakan untuk membeli bakso tidak sekaligus bisa digunakan untuk membeli mie ayam karena jumlahnya terbatas. Apabila kalian menjatuhkan pilihan pada salah satu, maka otomatis kalian harus melepaskan kemungkinan yang lain. Di sinilah ilmu ekonomi memegang perananannya, yaitu membantu kita melakukan pilihan terbaik. Dalam menentukan pilihan, kebutuhan mana yang akan dipenuhi, kita harus membuat skala prioritas untuk mengurutkan kebutuhan dari yang terpenting sampai kurang penting. Kebutuhan yang bagi kita paling penting harus dipenuhi terlebih dahulu.
Dalam menentukan pilihan, sikap rasional perlu dilakukan. Artinya, kalian harus selalu menggunakan akal sehat. Pertimbangkan sebaik-baiknya antara pengorbanan yang diberikan dengan manfaat yang diperoleh. Kebalikan dari sikap rasional adalah irasional atau tidak rasional. Contoh sikap tidak rasional dalam memilih adalah seorang konsumen yang berpenghasilan terbatas, namun selalu membeli barang-barang bermerek hanya untuk mengikuti mode.
Rasional atau tidaknya suatu pilihan tergantung pada alasan atau motif dalam melakukan pilihan dan apakah tindakannya selaras dengan prinsip ekonomi. Bagaimanakah tindakan yang sesuai prinsip ekonomi tersebut? Prinsip ekonomi merupakan pedoman agar pelaku ekonomi berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil maksimal atau dengan pengorbanan tertentu diusahakan kerugian minimal.

Dalam kegiatan konsumsi, konsumen kadang dihadapkan pada beberapa pilihan kombinasi barang yang akan dikonsumsinya. Misalnya, Ardian dihadapkan pada membeli buku tulis dan ballpoint. Uang yang akan dibelanjakan Ardian sejumlah  Rp10.000,00. Bila harga buku @Rp Rp2.000,00 dan harga ballpoint @Rp1.000,00, maka pilihan kombinasi yang akan dikonsumsi Ardian adalah:

Pilihan Konsumsi
Buku
Ballpoint
A
5
0
B
4
2
C
3
4
D
2
6
E
1
8
F
0
10

Menentukan pilihan secara rasional tidak hanya berlaku pada kegiatan konsumsi. Dalam kegiatan produksi, seorang produsen dituntut untuk menentukan pilihan terbaik dari alokasi sumber daya produksi seperti telah kalian pelajari pada kurve kemungkinan produksi. Misalnya, pembuat nasi goreng harus memutuskan apakah ia akan membuat nasi goreng berharga murah namun dengan rasa dan bahan yang biasa-biasa saja atau ia membuat nasi goreng dengan harga mahal namun dengan rasa dan bahan-bahan berkualitas. Dalam hal ini, pedagang tersebut harus memerhatikan banyak faktor seperti modal yang ia miliki dan calon konsumen. Namun pada prinsipnya, output dari proses produksi haruslah menguntungkan.


Kurva Kemungkinan Produksi

Setelah melihat kedua pengertian biaya peluang tersebut, dapat dikatakan biaya peluang bukan hanya terdapat pada kegiatan konsumsi, tetapi juga ada pada bagian produksi. Misalnya, seorang pengrajin memiliki keahlian membuat sepatu dan tas. Karena keterbatasan modal, ia harus memikirkan bagaiman mengatur produksi. Ia ingin membuat beberapa pasang sepatu dan sejumlah tas tanpa mengecewakan pelanggan. Apa saran anda pada pengrajin itu? Untuk mengetahui jumlah tas dan sepatu yang dapat dihasilkan, pengrajin harus membuat tabel kombinasi seperti berikut.


TABEL 1.
KOMBINASI PRODUKSI TAS DAN SEPATU MERK X

Kombinasi Produksi
Jumlah Tas
Jumlah Sepatu
A
0
150
B
40
145
C
80
120
D
115
90
E
125
60
F
130
0
G
130
120
H
40
90
I
80
60

Dari tabel di atas dapat dibuat kurva kemungkinan produksi. Kurva ini menggambarkan batas kemungkinan kedua kombinasi barang yang dapat diproduksi (production possibility). Lereng kurva menunjukkan seluruh sumber daya digunakan untuk memproduksi suatu jenis barang lebih banyak sementara jenis barang lainnya jelas akan berkurang.


(maaf ya kurva tdk bisa diupload karena belum format jpeg)

Gambar Kurva Kemungkinan Produksi (production possibility curve)

Asumsi yang mendasari kurva kemungkinan produksi antara lain:
1.        Perekonomian hanya memproduksi dua macam barang saja.
2.        Sumber produksi yang sama dapat digunakan untuk memproduksi kedua jenis barang tersebut.
3.        Sumber yang ada dan dimiliki jumlahnya sudah tetap.
4.        Sumber yang dimiliki sudah digunakan secara efisien.

Pada kurva kemungkinan produksi di atas terlihat  beberapa hal berikut:
  1.  Jumlah sepatu ditunjukan pada sumbu vertical, dan jumlah tas ditunjukan pada sumbu horizontal.
  2.  Kurva berlereng negative menunjukan batas kombinasi yang dapat dicapai dan yang tidak dapat tercapai
  3. Titik H dan I adalah kombinasi yang dapat dicapai, tetapi tidak mengahabisakan sumber aday yang tersedia.
  4.  Titik A, B, C, D, dan F yang berada pada kurva yang berlereng negative menunjukan pemanfaatan sumber daya yang efisien.
  5. Kombinasi A dan F merupakan kombinasi ekstrem karena tidak menghasilkan tas dan sepatu.
  6. Titik G tidak dapat dipilih atau dilakukan karena berada di luar kemungkinan produksi yang dapat dihasilkan.

12 comments: